Salut, Sopir Angkot Ini Sediakan Perpustakaan Gratis di Mobilnya untuk Penumpang
25 Oktober 2016
Satu Dekade Hanjaba : Refleksi Misi Literasi
28 Oktober 2016
Show all

TK Park, Taman Ilmu nan Modern

TK Park, Taman Ilmu nan Modern

Oleh: Norma Tridiana Farizqi

Aktivitas rutin di kota besar di Jakarta kerap membuat kita menjadi stres dan berujung pada terganggunya kesehatan. Tidak hanya bisa membuat fisik menjadi lelah, secara psikologis emosi kerap menjadi up and down. Salah satu cara untuk mengatasi penatnya pikiran adalah dengan memanjakan diri. Kata memanjakan diri biasanya sangat erat dengan hiburan, wisata dan relaksasi. Ada berbagai cara untuk memanjakan diri, diantaranya  liburan, rekreasi atau dengan membaca buku. Membaca buku dapat dijadikan pelarian untuk menggatasi jenuhnya aktivitas tanpa harus mengeluarkan biaya banyak. Membaca buku selain berguna sebagai relaksasi, aktivitas ini juga termasuk cara untuk tetap menjaga otak untuk tetap “hidup”.  Karena puluhan ribu syaraf digunakan dalam proses membaca dan menjaga untuk tetap hidup.

Membaca buku kerap dikaitkan dengan perpustakaan, namun kenyataannya tidak melulu membaca buku harus dilakukan di perpustakaan. Kata perpustakaan justru bukan tempat yang popular untuk menjadi destinasi pelepas penat, karena image perpustakaan yang kerap disamakan dengan gudang buku yang berdebu, gelap, dan tidak menyenangkan. Untuk menghilangkan stigma negatif perpustakaan tempo dulu, agaknya perlu contoh nyata perpustakaan modern yang dapat dijadikan alternatif surga relaksasi di perpustakaan.

Konsep perpustakaan sebagai gudang buku, adalah konsep perpustakaan tradisional yang hanya mengumpulkan sebanyak-banyakanya buku tanpa memperhatikan unsur manajemen pengelolaan perpustakaan, promosi dan aspek teknologi informasi. Konsep perpustakaan tradisional tersebut sudahlah usang dan tidak sesuai lagi dengan perkembangan dunia teknologi informasi. Tak heran keberadaan perpustakaan tradisional lambat laun ditinggalkan oleh penggunanya/pemustaka.

Perpustakaan modern yang dibutuhkan oleh masyarakat dan pemustaka adalah perpustakaan yang tidak hanya menjadikan buku sebagi sumber koleksi namun menawarkan hal lain yang dapat dilakukan di dalam perpustakaan. Dengan kata lain perpustakaan modern yang dibutuhkan adalah tempat untuk mengakses informasi dalam format apapun, apakah infromasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak. Perpustakaan tidak lagi hanya melulu menjadi pusat belajar namun juga mengembangkan fungsi rekreasi sebagai salah satu unsur utamanya.

Berkaca pada konsep tersebut agaknya perpustakaan di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta tertinggal jauh dengan negara tetangga. Tanpa bermaksud membandingkan dengan negara tetangga, ada baiknya kita secara arif dan bijaksana berkaca dan belajar dari perpustakaan di negara tetangga. Bukan Singapura, bukan juga Malaysia yang jadi kiblat dalam pengembangan perpustakaann modern, adalah negara gajah putih Thailand yang dijadikan trend setter baru pengembangan perpustakaan modern di Asia Tenggara. Dengan harapan akan lahir perpustakaan sejenis di Jakarta, guna memenuhi kebutuhan akan destinasi “hiburan otak” yang nyaman dan menyenangkan.

Thailand Knowledge Park

Membayangkan kata taman, maka yang terbayang di kepala adalah sebuah tempat yang hijau, rindang, terbuka dan nyaman untuk bersantai. Gambaran itulah langsung muncul di kepala ketika akhirnya menginjakan kaki di Thailand Knowledge Park (TK Park). Taman Ilmu Pengetahuan, itulah nama yang dipilih untuk mencerminkan konsep yang di usung TK Park. Alih-alih menggunakan kata perpustakaan yang terkesan kaku dan terlanjur mempunyai image gudang buku yang kurang menyenangkan untuk didatangi. Terbukti konsep yang diusung maksud penggunaan nama Taman Ilmu Pengetahuan lebih mengena dan sesuai dengan konsep living library yang diterapkan TK Park.

Thailand Knowlwdge Park (TK Park) adalah organisasi publik di bawah pengawasan Manajemen Pengetahunan dan Pembangunan, Kantor Perdana Menteri. Didirikan pada tahun 2005 sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang pembangunan sosial dan kualitas hidup. Misi utama TK Park adalah untuk mempromosikan membaca dan kebiasaan belajar kreatif seumur hidup di kalangan remaja dan masyarakat pada umumnya. Tujuannya adalah untuk menciptakan masyarakat berbasis pengetahuan dimana semua warga negera dibekali pengetahuan untuk bersaing dengan masyarakat global yang terus berubah dengan cepat.

Nyaman, menarik dan inovatif itulah kata yang tepat untuk menggambarkan TK Park. Secara konsep, perpustakaan ini sudah dipikirkan dengan matang. Secara eksekusi dari konsep, TK park benar-benar berhasil mewujudkan konsep yang dibuat dalam layout ruangan, perabot, pemilihan koleksi dan keseluruhan tampilan TK Park.

Perpustakaan yang tumbuh dan berkembang (Living Library)

TK Park mengusung konsep living library atau perpustakaan yang hidup dan terus berkembang. Melalui konsep inilah TK Park mengembangkan berbagai program inovatif yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca di kalangan anak-anak dan remaja melalui konsep belajar yang menyenangkan dan menarik. Salah satu cara yang diterapkan dengan TK Park adalah dengan menyediakan berbagai fasilitas belajar yang menyenangkan di TK Park. TK Park tidak hanya menyediakan buku dan koleksi yang banyak dan lengkap, namun juga berbagai ruangan yang memungkinkan untuk digunakan oleh berbagi aktivitas kreatif di perpustakaan.

Strategi Pemasaran TK Park untuk menarik orang untuk datang dan memanfaatkan fasiltas dan layanannya adalah dengan mengenalkan konsep “Living Library” di mana  buku + musik + multimedia = imajinasi tiada batas. Untuk mendukung konsep living library, TK Park dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memungkinkan seluruh kebutuhan pemustaka dapat terpenuhi. Berbagai workshop dan pembelajaran juga dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan kreatif. Tidak hanya bersifat teoritis, berbagai wokshop dan pelatihan dilakukan dengan cara praktek langsung tentang berbagai hal seperti kelas origami, teater, pertunjukan musik dan berbagai hal kreatif lain yang dapat meningkatkan pengetahuan dan imajinasi pemustaka.

Ruangan yang besar, bersih dan menarik dari segi interior, sangat membuat mata ini tertarik dan nyaman berlama-lama berada di TK Park. Terlepas dari kecantikan secara interior, segala ruangan yang ada di TK Park didesain dengan mementingkan fungsinya. Konsep Living Library tergambar dari berbagai ruang ada di TK Park, antara lain:

Ruang Pikiran (Mind Room). Ruang pikiran adalah pusat untuk penciptaan dan pertukaran ide di kalangan anak muda yang tertarik untuk belajar dan mengembangkan diri dalam hal ekonomi kratif di berbagai bidang seperti arsitektur, seni pertunjukan, industri fashion, produksi film dan musik.

Ruang Anak (Kids Room). Anak-anak dapat memliki tempat belajar yang menyenangkandi sesuai kan dengan lingkungan yang sesuai dengan usia mereka. Ruang anak dihias dengan tema yang warna-warni dan dilengkapi dengan dengan kolam membaca, rumah pohon dan sebuah tangga baca. Kegiatan yang menyenangkan dan kreatif diselenggarakan secara teratur untuk dengan tujuan untuk mengembangkan otak dan keterampilan anak dengan menggunakan teknik pembelajaran anak berbasis otak. Ruangan ini dibuat dengan konsep yang mementingkan keselamatan dan kebutuhan anak yang aktif dan dinamis. Kolam membaca adalah sudut ruangan anak yang didesain sebagai replika sebuah kolam, anak-anak bisa membaca dengan nyaman sambil tidur-tiduran karena seluruh kolam dilapisi dengan permukaan busa. Sisi lain dari ruangan anak terdiri dari ruang membaca yang dilengkapi dengan dinding berbentuk rumah lebah dan dapat dipanjat dan dijadikan tempat untuk membaca. Tidak perlu khawatir akan keamanan anak karena sekali lagi permukaan lantai dilengkapi busa yang tebal dan nyaman, dan melindungi anak-anak dari benturan. Area yanng tak kalah menarik dari ruangan ini adalah rumah pohon, adalah rak buku yang dibentuk mejadi replika rumah pohon dan sekelilingnya disusun koleksi buku-buku anak. bagian atas rumah pohon juga terdapat koleksi buku dan terdapat lingkaran besar yang memungkinkan anak untuk membaca di dalamnya. Ruangan anak di TK Park sungguh menjadi surga bagi seluruh anak, di mana kenyamanan, infromasi, dan keamanan menjadi prioritas. Ditambahan dengan berbagai kegiatan anak yang kerap dilakukan di ruangan anak, menjadikan ruangan anak pusat bagi pengembangan pengetahuan, kreativitas dan rekreasi anak.

Ruang Tenang (Quiet Room). Ruang tenang diperuntukan bagi pembaca yang ingin membaca dalam keadaan sunyi atau melaksanakan penelitian dalam lingkungan yang tenang. Berbagai buku referensi juga disediakan pada ruangan ini.

Sudut Kopi (H & C Coffee Corner). Tidak perlu kelaparan dan kehausan selama menghabiskan waktu di TK Park. H & C Coffee Corner menyediakan berbagia makanan ringan yang dapat menjadi alternatif dalam menghilakan dahaga dan perut lapar.  Di sudut inilah pengunjung TK Park diijinkan untu makan dan minum.

Perpustakaan Musik (Music Library). Perpustakaan Musik menyediakan bahan bacaan yang berhubungan dengan musik. Tidak hanya menyediakan koleksi buku yang berhubungan tentang musik baik lokal Thailand maupun Internasional, music room juga menyediakan iPod, komputer yang dapat digunakan untuk mendengarka berbagai rekaman suara dilengkapi dengan informasi yang mendukung. Salah satu yang menarik adalah TK Park melakukan identifikasi alat musik tradisonal Thailand dari berbagai daerah dan mengumpulkannya, menjadikannya menjadi sebuah sejenis ensiklopedia musik yang ditampilkan dalam bentuk layar interaktif dan suaranya dapat didengarkan melalui headphone. Berbagai games interaktif tentang berbagai alat musik tradisional juga ada di ruangan ini, dengan dilengkapi TK situs perpustakaan musik, baik penggunaannya untuk latihan dan kinerja. Anggota dapat mendengarkan musik, bernyanyi, memainkan alat musik, dan melaksanakan penelitian pada semua genre musik untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan musik mereka.

Perpustakaan TI (IT Library). Perpustakaan TI  merupakan pusat untuk pembelajaran yang dilengkapi dengan bahan bacaan dan berbagai media termasuk komputer dan aksesori yang disediakan untuk memfasilitasi pengembangan keterampilan itu. Dilengkapi dengan fasilitas layanan internet yang diperuntukan bagi anggota. Koleksi CD dan DVD film serta musik ada disini, tidak hanya dapat dipinjam namun juga bisa dinikmati di komputer TK Park.

Auditorium Belajar (Learning Auditorium), Alun-Alun Terbuka (Open Square), dan Teater Mini (Mini Teather). Auditorium belajar adalah ruangan serba guna yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti seminar, pelatihan, workshop, dan kegiatan yang besifat edukatif seperti pertunjukan musik, pertujukan drama dan pertunjukan seni lainnya. Alun-Alun Terbuka adalah tempat dimana orang-orang dari segala usia dapat menunjukan kemampuan kratif mereka dengan pementasan dan menampilkan semua jenis pertunjukan. Alun-Alun terbuka dilengkapi dengan sound system dan fasilitas pencahayaan. Teater mini adalah tempat dimana anak dan remaja belajar tentang seni produksi film melalui penyaringan dan melihat perkembangan film Thailand dan internasional, film pendek, film animasi, serta produksi film kreatif yang dibuat oleh anak muda. Diskusi rutin dan pertukaran pengetahuan dengan para ahli di bidang film juga rutin diselenggarakan.

Terlepas dari sebuah konsep yang kreatif dan inovatif, pendukung perpustakaan seperti berbagai ruangan dan fasilitas menjadi sebuah keunggulan tersendiri. Terdapat ruangan aula yang memungkinkan untuk mengadakan pertunjukan musik atau sebuah pergelaran drama dan dapat menampung 100 penonton. Sebuah ruangan workshop multimedia juga menjadi tempat berkumpulnya anak muda di Bangkok, Thailand dalam mempelajari dan berbagai teknik multimedia, film, editing dll, serta ajang mencetuskan ide-ide kreatif.

Salah satu yang menarik perhatian adalah sebuah garis kuning putus-putus yang dibuat sepanjang ruangan TK Park. Seorang staf TK Park menjelaskan arti dan fungsi garis-garis kuning tersebut. Menurut staf TK park, garis kuning putus-putus tersebut dibuat untuk memudahkan untuk pemustaka tuna netra yang mengunjungi TK Park. Keterangan tersebut sangat mengagetkan untuk saya karena tidak pernah terpikir sebelumya tentang pemustaka tuna netra. Sungguh perpustakaan yang terkonsep dengan baik dan ramah terhadap penyandang disable.

Perpustakaan @mall, lokasi yang strategis

Sejalan dengan konsep perpustakaan yang menyenangkan dan menarik penggunjung, TK Park didirikan di sebuah pusat perbelanjaan di jantung kota Bangkok, Thailand. Secara lokasi, tempat ini sangat startegis dan sangat mudah di kunjungi. Transportasi yang mudah menjadi salah satu nilai tambah dari lokasi TK Park. Lokasinya yang berdekatan dengan stasiun BTS (Bangkok Train Sky) menjadikan TK Park selalu ramai dikunjungi oleh pemustaka. Lebih dari 700 pemustaka mengunjungi TK Park setiap harinya. Bahkan di tengah-tengah kondisi politik Negara Thailand yang dilanda demonstrasi besar-besaran, tidak mengurangi animo pemustaka untuk datang dan memanfaatkan berbagai fasiltas yang ada di TK Park. Walaupun secara statistik jumlah pemustaka yang datang berkurang, namun kondisi yang ramai dan nyaris tidak ada tanda-tanda bahwa di luar gedung ada demonstrasi massa sedang mengepung.

Central World adalah salah satu pusat perbelanjaan terbesar yang ada di Kota Bangkok, sekaligus sebagai pusat bisnis Thailand. TK Park menjadikan Central World sebagai rumah ilmu pengetahuan yang keberadaannya mendekatkan dengan pusat keramaian dan menghilangkan stigma perpustakaan yang kurang menyenangkan. Mudah dijangkau dan dapat dituju dengan berbagai transportasi (BTS, taksi, Tuk-Tuk) menjadi salah satu keunggulan lokasi yang dipilih TK Park untuk menempatkan posisinya di Central World. Membaur dengan kemewahan dan kemegahan central world keberadaan TK Park tidak kalah gemerlap dengan berbagai etalase di pusat perbelanjaan ini. Dengan dominasi warna merah sebagai smbolnya, keberadaan TK Park yang nyaman dan strategis telah menjadi magnet tidak hanya bagi peneliti tapi lebih dari itu bagi kaum muda Bangkok yang dinamis dan haus akan inovasi dan kreativitas.

Orang muda yang dinamis

Selain mengusung tema sebagai perpustakaan yang menyenangkan, TK Park menjadikan sumber daya manusia sebagai salah satu keunggulannya. Hampir seluruh staf di TK Park terdiri dari orang muda yang berjiwa kreatif dan inovatif. Staf TK Park terdiri dari Pustakawan dan staf perpustakaan yang berasal dari lulusan Ilmu Perpustakaan dan berbagai disiplin ilmu yang diperlukan untuk mengembangkan TK Park menjadi pusat informasi dan pengetahuan di Thailand. Meskipun TK Park berada di bawah kantor Perdana Menteri dan stafnya adalah Pegawai Negeri Sipil, namun penampilan stafnya tidak mencerminkan kantor birokrasi. Seluruh staf TK Park menggunakan kaos dan polo shirt yang dipadukan dengan blazer hitam. Kesan muda, kasual dan dinamis sangat terasa di TK Park. Meskipun gaya berbusana yang terkesan kasual, staf TK Park mencerminkan profesionalisme dengan bekerja dengan seluruh dedikasi, kecintaan dan kebanggaan sebagai staf TK Park.

Etos kerja di TK Park sangat menarik untuk dilihat karena staf bekerja dengan perasaan yang sangat menyenangkan, dan mereka mencintai pekerjaannya, tanpa ragu untuk menyatakan bahwa dirinya adalah seorang pustakawan. Kebanggaan inilah yang harus menjadi catatan untuk dipelajari dan ditularkan kepada seluruh pustakawan di Indonesia.

Gambaran ruangan TK Park beserta seluruh ruangan dan koleksinya bagaikan mimpi jadi nyata bagi pecinta ilmu dan penggila baca. Rasanya seluruh bayangan akan perpustakaan impian yang ada di dalam khayalan menjadi nyata dan terwujud dalam tiap jengkal TK Park. Tidak hanya mengandalkan desain terior ruangan yang indah dan dinamis, namun lebih dari itu TK Park menjual koleksi yang lengkap dan kaya, dan sumber daya manusia yang profesional. Jika gambaran ini masih belum cukup untuk memuaskan hasrat akan pengetahuan dan membaca, agaknya ada yang salah dengan “otak” Anda, he…he…he….

Boks

Thailand Knowledge Park (Library Services)

CentralWorld, Level 8, Dazzle Zone

Ratchadamri Road, Pathumwan, Bangkok, 10330

Tel: +66(02)257-4300 fax: +66(02)257-4332

Jam Operasional : 10.00 – 20.00

Selasa – Minggu (Senin Tutup)

Jam operasional perpustakaan : 10.00 – 20.00

Hari Selasa – Minggu (Hari Minggu Tutup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *